ALAS DAUN @ Kuta, sensasi makan tanpa piring

Last update Oktober 2013 :Sayang sekali, restoran Alas Daun cabang Jl. Teuku Umar, Denpasar dan Jl. Dewi Sri,Kuta akhirnya semua tutup, dan belum diketahui kemana pindahnya atau memang tempt makan ala Sunda ini hengkang dari Bali, for good. Lebar, euy…

Sensasi makan di atas daun pisang yang lebar ternyata bukan hanya dapat dinikmati di Malaysia atau Singapura dengan makanan khas Banana leaf curry Indianya,  Di satu malam diiringi hujan deras, kami menemukan sebuah rumah makan masakan Sunda, yang merupakan cabang dari rumah makan di Bandung bernama Alas Daun. WKB paling senanggg..kalau ada resto enak dari Bandung buka cabang di Bali!

Berlokasi di Jalan Dewi Sri yang semakin ramai dengan hotel-hotel dan tempat makan baru seiring dengan pesatnya pembangunan Bali bagian selatan saat ini, memang tepat rasanya kalau Alas Daun dapat menjadi salah satu pilihan makanan Anda di tengah hiruk pikuknya Kuta. Tempat ini juga mendapat julukan sebagai salah satu dari ‘7 Wisata Kuliner terunik’ versi OnThe Spot Trans7. Alas Daun sebelumnya terletak di Jl. Teuku Umar, Denpasar, sayang entah kenapa cabang satu ini tutup menyusul pendahulunya yang juga sebuah resto masakan Sunda ternama yang aslinya juga dari Kota Kembang, Bandung..Lokasi yang kurang tepat mungkin?

Makan tanpa sendok

Makanan favorit saya disini : Nasi Liwet Bakar, Ikan Baronang Bakar, Tumis bunga pepaya, lalap dan sambelnya yang melimpah (jarang sekali di Bali bisa puas makan sepiring penuh sayur segar, bukan cuma ‘hiasan’ diatas piring saja), dan sudah pasti favoritnya Benny : Sayur Asem. Pencarian ‘The best Sayur Asem‘ di Bali masih berlanjut loh! Menu pencuci mulutnya juga sangat bervariasi dan berbau ‘Sunda’,  setelah menyantap gorengan dan nasi panas, lalu diguyur dengan Es Leci Beureum dan Es Dawet Hitam Putih rasanya menyegarkan sekali. Coba juga Pisang Aromanya, manis gurih! Duh, kangen Bandung nih..

Lauk Alas Daun

Es Dawet Hitam Putih

Pisang aroma

Semua hidangan disajikan tanpa piring, hanya beralaskan daun pisang lebar, dengan pilihan kuah cumi hitam dan kuah rendang. Pelayanannya cepat dan ramah, terasa di ‘lembur kuring’ karena karyawan yang melayani berasal dari Bandung. Otomatis, logat ‘nyunda’ saya keluar dong..Raos pisann…! Sayang malam itu sambel dadakan habis (baru buka kok habis ya?), dan mereka menolak untuk membuatkan spesial untuk Benny yang ‘gila sambal’, sebagai penggantinya mereka hanya menyajikan sambal hijau yang jelas kurang nendang.

Alas Daun juga melayani Layanan Antar, pesanan nasi kotak dengan berbagai paket pilihan. Selesai santap, jangan lupa lipat daunnya ya!

ALAS DAUN

Jl Dewi Sri no 17, Kuta, BALI
Telp (0361) 2073399
Email : marketing.alasdaunbali@gmail.com
www.alasdaun.com

Jl Citarum no.34 Bandung
JAWA BARAT
Telp (022) 788 888 98 / 727 4041

Tagged : , ,

901 Responses to “ALAS DAUN @ Kuta, sensasi makan tanpa piring”

  1. Bayu Amus says:

    Sumuhun raos pisan; sepertinya Bali masih kekurangan rumah makan Sunda kelas menengah seperti ini ya? Dari warung langsung loncat ke level Ikan Bakar Cianjur…

    • Bee says:

      @Bayu : orang Sunda di Bali ya? Saya malah belum pernah loh ke Ikan Bakar Cianjur, males liat ramenya. Udah pernah coba Bumbu Desa di Renon kan (hmm iya sih mahal juga). Dapur Sunda di jl Dewi Sri juga udah buka katanya.

  2. Bayu Amus says:

    Sumuhun, urang Bandung; Bee juga?

    Kalau bukan karena dibayarin kantor, saya juga sepertinya nggakan pernah berniat nyoba IBC, ramenya itu bikin males; cuma kebetulan 2x diajakin ke sana, dan Gurame Pesmolnya juara, jadi deh sesekali maksain mampir kemari.

    Bumbu Desa udah juga dan lumayan, cost per-item nya sebenernya masih seimbang sama Alas Daun, tapi taste-wise masih lebih cocok sama Alas Daun.

    Dapur Sunda pernah liat sih di Sunset Rd, tapi belum nyoba; dan sebenernya agak males juga secara ini kan restoran-restoran industrious: besar, rame, isinya kebanyakan turis. Mungkin nunggu ditraktir kantor aja ah :).

  3. febee says:

    Pernah nyobain yang di Bandung..menurut gue enak2 makanan nya…yang spesial siraman kuah tinta hitam nya..nendang..

    • Bee says:

      Hi Febee! Kalo saya sih kurang suka kuah tinta hitamnya, lebih suka yang kuah kari..Thanks udah mampir ya!Rendangnya laris manis? :)

  4. estri says:

    hemmm,,,,rasanya maknyusss ya,,walau hanya liat gambar nya saja.

  5. Makan dengan alas daun lebih nikmat tuh,, serasa di kampung hehe

Leave a Reply




You might also likeclose