CUCA, Obsesi Kuliner Jimbaran

Read the english post here

Selama tinggal di Bali, mengunjungi berbagai restoran berkelas, baru kali ini kami disambut langsung oleh Executive Chef/Owner dari Cuca Restaurant, yang terletak di daerah Jimbaran, Bali. Mereka bergegas menyusul keluar saat kami sedikit bingung mencari pintu masuk dari restaurant yang pada saat kami berkunjung bulan Agustus 2013 masih pada tahap soft opening. Di teras depan inilah percakapan yang seru mengenai cerita menarik di balik berdirinya tempat makan baru milik pasangan asal Kanada-Spanyol ini mulai meluncur. Percakapan hangat yang terasa tulus, seperti sedang menyambut anggota keluarga yang datang dalam acara ‘syukuran rumah baru’. Kami segera tahu, akan melewati waktu makan malam yang spesial bagi saya, Benny dan Baby Geo.

Perjalanan kuliner kami ke Cuca Restaurant sebenarnya dimulai sejak bulan April 2013 pada saat kami menerima sepucuk surat yang kelihatan ditulis tangan sendiri pada sampul amplopnya, oleh Virginia Entizne, yang ingin memperkenalkan restaurant barunya yang akan segera hadir di Jimbaran, kepada para food blogger di Bali. Sebuah paket mungil berisi garam laut Bali dengan sentuhan rasa ayam, dilampirkan di dalam surat tersebut. Produk garam Cuca yang khusus diproduksi sendiri sebagai salah satu bentuk komitmen mereka pada hasil alam di Bali yang kaya dan melimpah dan untuk memperkenalkan pada khalayak ramai tentang cita rasa Cuca – ‘Cuca Flavor’ !

100% LOKAL!

Komitmen Chef Kevin untuk menciptakan masakan yang tidak saja lezat dan beragam, tapi juga bercita rasa tinggi serta terjangkau, dengan harga yang masih masuk akal untuk kelas restorannya, membuat dirinya mengambil keputusan untuk memakai 100% bahan-bahan lokal di dapur Cuca yang mengolah begitu banyak jenis menu kreatif dan inovatif. Patut diajungi jempol, pada saat restoran masakan Barat lain bangga akan kualitas daging import premium mereka, Chef Kevin justru sangat percaya diri dengan daging sapi lokal yang kualitasnya tidak kalah dibanding daging sapi import : “Andai saja para chef di Indonesia tahu bagaimana mengolah daging lokal tersebut menjadi satu sajian yang empuk, lezat, dan istimewa” demikian ujar beliau. Hmm..sangat masuk akal, mengingat seluruh warung makan Padang di negeri kita ini, dari segala kelas rumah makan, menggunakan daging lokal untuk menu andalan mereka yaitu Rendang. Belum pernah saya dengar warung makan Padang menggunakan daging sapi import New Zealand, atau Australia. Jadi, jika Anda berkunjung ke Cuca Restaurant, akan ada strawberry dari Bedugul, rumput laut dari Pantai Pandawa, kacang mede Karangasem, beras organik Jatiluwih dalam menunya!

MIMPI CUCA

Mulai dari bermimpi memiliki restoran, mendarat di pulau indah hijau dan biru Bali, mencoba merealisasikannya, sampai akhirnya mereka berhasil mewujudkan cita-cita mereka, ada banyak cerita unik yang patut disimak tentang bagaimana Chef Kevin, kelahiran Kanada dan Virginia, sang istri, yang berasal dari negara Spanyol berhasil menancapkan nama Cuca Restaurant di kancah gastronomi Bali yang telah memiliki sederet tempat makan yang berkelas internasional dan nama Cuca kini bergaung, menjadi salah satu tujuan wisata kuliner di Bali pada umumnya, dan di Jimbaran pada khususnya. Saya adalah salah satu penggemar blog Cuca dan mengikuti kabar terkini mereka melalui halaman media sosial mereka. Mulai dari memilih lokasi yang tepat – berkelana ke penjuru pulau Bali mencari garam Bali untuk dipakai di dapur mereka – merekrut karyawan yang dapat menerjemahkan visi, misi, dan idealisme Cuca ke dalam operasional restoran mereka sehari-hari. Virginia Entizne, menuliskan kisah-kisah unik di balik layar pendirian Cuca, di blog ini.

View - Cuca Restaurant

THE RESTAURANT

Restoran ini hanya menyajikan makanan khas Tapas – Cocktail – Dessert, kini telah menjadi salah satu tempat makan favorit kami yang baru di daerah Jimbaran, tempat kami tinggal. Disini, suasananya casual, santai,  makanan yang enak terasa lebih enak jika kita saling berbagi : pesan beberapa menu, lalu icip icip bersama keluarga atau pasangan Anda! Jika Anda berkunjung ke restoran fine dining atau tempat makan berkelas lainnya di Bali, kadang terasa suasana yang kaku, formal, harga mahal tapi Anda tidak mendapat nilai lebih dari sekedar hidangan mewah yang kurang sesuai dengan selera Anda, dan jika Anda bisa melihat sekelebatan sosok Executive Chef nan suci, dan memberikan anggukan anggunnya kepada Anda, atau bahkan menghampiri meja Anda sekedar basa basi menanyakan “how is the food”, Anda sudah cukup beruntung.

Interior Cuca dibuat minimalist, apik, bukan putih bukan abu-abu, tapi hijau, coklat alam, dan oranye – warna -warna hangat untuk mengimbangi kepolosan dan kesederhanaan tata ruang yang ada. Tidak ada gelas lilin dengan minyak bakar spiritus  warna mencolok seperti di tempat makan lainnya, tidak perlu cahaya remang-remang dan gelap untuk menikmati makan malam romantis dengan pasangan Anda, karena disini Anda tetap bisa merasakan privacy berdua dengan suasana tetap casual, santai, dengan tetap menikmati pemandangan halaman yang hijau dan asri, bahkan melihat suasana restoran yang bisa saja dipenuhi dengan tamu lain yang tampan dan manis , di restoran yang terletak di daerah wisata bergengsi ini. Tiga ruang yang dapat Anda pilih di Cuca : Garden Lounge yang terhubung dengan Cocktail Bar; Food Bar dimana Anda dapat menyaksikan Chef Kevin dan tim hijaunya beraksi; Dining Room untuk menikmati makan malam romantis bersama pasangan atau bersama keluarga.

Cuca Garden Lounge

Cuca Cocktail Bar

Chef Kevin Cherkas Berkacak pinggang – who’s the boss??

RASA SURGA DUNIA (sudah pernah ke surga?)

Pernahkah Anda bersantap di restoran berkelas, hidangan mewah yang dibuat oleh Chef kelas internasional di piring Anda seperti berteriak “aku terlalu cantik untuk dimakan, jangan diaduk-aduk yaa”. Akhirnya ‘hiasan’ di piring itu : tomat, daun-daunan hijau, rosemary, thyme, wortel yang diparut terlalu artistik, kelopak bunga yang tidak bisa dimakan selain ditanam di pot bunga, Anda singkirkan dan hanya sepotong daging bistik itulah satu-satunya elemen di piring Anda yang dapat Anda makan.

Di restoran Cuca, saya ingin habiskan semuanya, sampai titik saus penghabisan! Bahkan kelopak bunga lavender diatas Mushroom Puddle-pun (beras merah organik, hazelnut, labu kuning, terasa seperti permen licorice. Jika biasanya sambil menunggu pesanan datang, roti dan mentega disajikan, kali ini kami menikmati kreasi inovatif Chef Kevin : Cotton Betutu – seperti manisan harum manis tetapi dengan bumbu betutu khas Bali, yang meletup lalu kempis di mulut, sangat unik bukan! Saya perhatikan sedari tadi, Benny asyik menikmati Blush – cocktail beku berupa es batang semangka kuning dan merah dengan rosemary perfume dan vodka! Hidangan di Cuca segar, menghibur, ini makanan untuk bersenang-senang!

Cuca Mushroom PuddlePuddle Tapas – Mushroom (whole natural red rice, crushed hazelnut, pumpkin, sage)

Cotton Betutu Cotton Betutu – meletup dan kempis di mulut…

Alasan utama datang ke Cuca adalah : Tapas. Dibagi dalam empat kategori yang disebut : Inspiried, Chicas, Ceviches, dan Puddles. Salah satu menu paling favorit di tempat ini : Crispy Friend Chicken (jangan bayangkan ayam goreng cepat saji itu), dan Puddles yang merupakan makanan untuk segala cuaca yang terdiri dari nasi merah organik yang disiram dengan saus jamur dan kacang hazelnut yang dihancurkan, labu, sage.

Cuca Crispy Fried ChickenInspired Tapas – Crispy Fried Chicken

Cuca Roasted Tiger PrawnInspired Tapas – Roasted Tiger Prawns (sweet & sour eggplant, red chili, light coconut broth, kaffir lime)

Cuca juga surga bagi penganut ‘mulut manis’ – kaum penikmat hidangan penutup manis akan dimanjakan disini oleh Chef Kevin. Wajib dicoba : Bali Breakfast, kreasi jenius untuk membuat es mangga dalam bentuk seperti kuning telor yang belum dipecahkan, diatas frozen markisa dan kelapa. Karena saya adalah penggemar berat coklat, tidak ada pilihan lain sebaik Cocoa 8 (warm dark chocolate mousse, mint ice cream, cocoa croutons). Remah crouton coklat hitam menimbulkan sensasi renyah hangat yang lumer di mulut. Saya benar-benar berada di surga saat ini, dan surga terasa sangat dingin, hangat, manis, dan renyah!

Cuca Bali Breakfast Bali Breakfast – sarapan di malam hari yang manis!

Cuca Cocoa 8 Dessert Cocoa 8 (warm dark chocolate mousse, mint ice cream, cocoa croutons) – sempurna!

Tilik juga daftar minuman cocktail dan mocktailnya, dan cobalah beberapa minuman khas Cuca seperti Pink Lime, Blush, Tokyo Mojito, Moon Gria, Moo – semua diracik dengan rasa spesial dan presentasi yang unik. Selama masih masa menyusui, Baby Geo hanya mengijinkan ibunya untuk minum minuman non-alkohol, tentu saja!…

cuca-moo

Yang kami sukai dari hidangan di Cuca adalah : segar – berwarna – cita rasa lezat – terjangkau dan porsinya pas!

BAWA ANAK KE CUCA!

Sejak Baby Geo hadir dalam hidup kami, dia selalu ikut dalam setiap food tasting yang kami hadiri, atau berwisata ke kota lain, dimana kami selalu memperhatikan, tempat-tempat atau rumah makan mana yang ‘kid-friendly’, cocok untuk membawa anak sekecil Geo. Bukan saja soal Kid’s Menunya, tapi juga apakah mereka siap dengan high chair – kursi khusus untuk makan anak kecil (pemandangan kurang menyenangkan di restoran yang sering kami lihat, para ibu atau baby sitter mengejar-ngejar anak untuk memberi makan, mereka tidak punya budaya duduk manis saat makan seperti Baby Geo), kemudian apakah para staff restoran tersebut juga siap menerima kehadiran anak-anak yang terkadang bisa berlari-lari di seputar ruang makan, sigapkah mereka untuk mengajak, mengarahkan anak-anak ini untuk bermain hal yang tepat di tempat yang tepat, sehingga hal ini bisa sedikit membantu orang tua yang ingin sejenak menikmati hidangan yang disajikan tanpa harus terus khawatir menjaga anak yang tidak bisa diam atau mengganggu pengunjung lain. Suasana dan fasilitas restoran yang cukup luas, aman untuk bermain menjadi sarana untuk anak-anak terhindar dari kebosanan yang melanda, menunggu orang tua selesai bersantap.

Cuca baby high chair Pemakai pertama high chair berkualitas top – Baby Geo!

Cuca Roasted Pumpkin Chica Tapas – Country Pumpkin Chica menu untuk Baby Geo (sundried tomato, spring onion, pink radish, watercress)

Cuca memiliki semua yang Anda butuhkan sebagai restoran untuk keluarga! Jadi, jangan ragu bawa seluruh anggota keluarga Anda termasuk si kecil, berbagi Tapas yang nikmat, minum mocktail yang menyegarkan, mencicipi hidangan penutup manis yang lumer di mulut dan lezat.

GARAM CUCA

Untuk lebih memperkenalkan cita rasa khas Cuca kepada para tamu yang sudah jatuh cinta kepada masakan Chef Kevin, mereka memproduksi garam khusus dengan bahan dasar garam Bali ditambah bumbu tradisional khas Bali, yang kemudian menjadikan ‘garam ajaib’ dengan sentuhan : sayuran, seafood, ayam, sapi, dan babi (tidak mengandung babi! melainkan hanya menggunakan bumbu Bali yang biasa dipakai untuk memasak babi guling Bali), yang kesemuanya dapat Anda cicipi – asin dan sensasional!. Tersedia secara ekslusif hanya di restoran Cuca, kunjungi halaman ini untuk info lebih lanjut mengenai produk garam Cuca ini disini : http://www.cucaflavor.com/cuca-salts.html dan segera hadirkan Cuca Salt di dapur Anda!

cuca-salt2

cuca-salt1

Suatu kehormatan bagi saya, Benny, dan Geo untuk bisa mencicipi masakan kelas dunia dari Chef Kevin Cherkas. Bravo untuk Virginia, sang istri, yang juga sudah berhasil membuat Cuca menjadi salah satu tujuan wisata kuliner di Bali yang paling hangat dibicarakan saat ini, berkat halaman-halaman media sosial Cuca yang sangat interaktif dan responsif. Banyak penikmat kuliner yang sekarang tanpa ragu akan pergi ke Jimbaran, untuk mencari Rasa Cuca yang spesial pada hidangan Tapasnya. Cuca adalah sebuah pengabdian pada selera, sebuah obsesi kuliner di Jimbaran, dan  cita rasa tak terlupakan untuk masakan sepanjang hari.

Tentang award winning Chef Kevin Cherkas : Kevin memiliki rekam jejak yang unggul di bidang yang digeluti, dan sudah diakui di kelas tinggi internasional. Di Spanyol, beliau mengasah kemampuannya di Arzak Restaurant-Michelin three star di San Sebastian, Michelin three-star El Bulli di Roses, Michelin two-star La Broche di Madrid. Di New York, Chef Kevin juga pernah bekerja pada Chef dunia Daniel Bouloud di restoran ternama Michelin three-star Daniel. Posisi terakhir sebelum mendarat di Jimbaran, Bali adalah di restoran BLU di Shangri-La Hotel, Singapore, setelah sebelumnya berkarya di Shangri-la Hotel, Kuala Lumpur.

CUCA

Jam operasional : 12.00 – 00.00 Senin – Minggu
Jl. Yoga Perkanthi, Jimbaran 80364 ( sebelah Kayumanis Villa )
Bali, Indonesia
T : +62 361 708066
E: family@cucaflavor.com
www.cucaflavor.com

TEMUKAN CUCA DI :

Facebook : https://www.facebook.com/cucaflavor
Twitter      : https://twitter.com/cucaflavor
Youtube    : http://www.youtube.com/user/CucaFlavor
Blog          : http://cucaflavor.blogspot.com/

Tagged : , , ,

12 Responses to “CUCA, Obsesi Kuliner Jimbaran”

  1. utary says:

    Aduh, jadi ngiler liat foto2 makanannya. Kaya uda manggil2 mau masuk mulut rasanya..

  2. Sharon Loh says:

    Wah bener banget tuh crispy chicken nya super enak! Jadi pingin ke Cuca lagi hehe.

  3. oo..la.la.. Kapan bisa mampir ya?? jadi ngiler gue..

    • Bee says:

      Cuca cuma satu-satunya restoran berkelas di Jl Yoga Perkhanti itu, jadi ini tempatnya cukup ekslusif, diantara luxury villas. Thanks udah mampir! Rajin banget nulis tentang wisata ke P.Sentosa ya? Itu info tentang transportasi menuju sana update ya?

  4. yuuummmyyy.. bikin pengen ke bali lagi….

    Salam kenal dari Maheswara Tour

  5. Hary says:

    Sayang tidak menuliskan range harganya, pingin coba tp takut gak pas di dompet…ha..ha..ha…

  6. serry says:

    warm dark chocolate mousse, mint ice cream, cocoa croutonsnya bukan ngiler….

Leave a Reply




You might also likeclose