Catering Enak Sekali – Warisan Kuliner Bali di Amsterdam

Tulisan ini adalah bagian dari serial Bali Lover di travel & food blog berbahasa Inggris kami : BeeAmazing.com Penulis tamu kami kali ini adalah Ni Luh Dian Eka, seorang wanita Bali, Ibu dua orang anak lelaki yang kini bermukim di negara kincir angin Belanda, tepatnya di Amsterdam. Saya kenal Eka sebagai mantan rekan kerja sewaktu di Sanur, Bali sebagai seorang pekerja di industri pariwisata yang dapat diandalkan, berdedikasi dan memiliki integritas dalam bidang yang dia tekuni. Eka bersuamikan seorang fotografer Belanda, Steven van Noort, simak cerita Eka bagaimana dari sebuah dapur di masa kecil, menjadi hobi, kemudian menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan. Dari dapur kuliner Bali di Amsterdam, untuk pecinta hidangan asli pulau dewata…

Sate Ajam? Atjar Tjampoer? Babi Panggang? Jika pernah melancong ke negeri Kincir Angin Belanda, anda akan sedikit terkejut dengan kepopuleran masakan Indonesia disini. Ada banyak restoran Indonesia bertebaran di kota-kota besar mulai dari Amsterdam, Den Haag sampai kota kecil Breda. Tapi pernahkah Anda menjumpai Nasi Campur khas Bali disini? Tentu belum.

Senang rasanya diberi kesempatan oleh Wisata Kuliner Bali untuk berbagi cerita tentang warisan kuliner Bali di negeri orang.

Nama saya Luh Dian Eka, kerap dipanggil Dian atau Eka, kelahiran Bali yang  sejak tahun 2003 menetap di Belanda tepatnya kota Amsterdam.  Saya adalah Ibu dari dua orang anak laki laki, Gede Mark dan Kadek Steef, merekalah hidup dan nafasku. Sejak berhenti bekerja di Kantor Pos Belanda setahun silam, saya memutuskan untuk menciptakan lahan pekerjaan sendiri dengan:  memasak!  Ya, memasak sudah menjadi kegemaran saya sejak 7 tahun yang lalu, dan tahun lalu menjadi awal baru merambah dunia kuliner ini lebih profesional. Tepat tanggal 17 Juni 2013, usaha yang saya jalankan resmi terdaftar di Kamar Dagang Belanda, dengan nama : Catering Enak Sekali. Usaha katering ini khusus menyajikan masakan Bali ‘fine dining’. Kenapa masakan Bali? Bali terkenal dimanca negara, mengapa  kulinernya tidak? Buat saya ini tantangan yang harus diambil dan kesempatan bagus untuk mempopulerkan masakan Bali di negeri Belanda.

Catering Enak Sekali

Menu awal dan andalan saya yang kemudian menjadi hidangan favorit para pelanggan saya adalah racikan nasi putih, Be Siap Base Kalas, Jukut Urab, Sate Babi Lalah Manis, Tempe Manis, Taluh Mebase Tomat, Kacang Tanah Goreng  dan Sambal Matah. Kombinasi menu ini saya racik selama 6 tahun perjalanan belajar memasak saya, dan berkali-kali menjadi menu pesta keluarga dan tamu – ajang kelinci percobaan yang selalu sukses.

Nasi Campur Bali Catering Enak Sekali

Be Siap Base Kalas yang gurih dengan kuah santannya, Jukut ( Sayur ) Urab yang saya buat dengan bumbu sederhana dengan parutan kelapa segar dan bakar, Tempe Manis yang resepnya saya contek dari ibu saya dulu ( saat  duduk bengong di dapur menunggu giliran nyuci piring ), Taluh Mebase Tomat  dengan banyak jeruk limau dan terasinya, Sate Babi Lalah Manis yang super duper mantap, adalah warisan ilmu seorang teman yang hilang! Tak lupa salah satu sambal khas Bali yaitu sambal Matah dan  kacang tanah gorengnya. Selalu saya jelaskan ke pelanggan saya yang warga asli Belanda, orang Bali nasi campurnya tidak pakai kroepoek alias krupuk. Nasi Campur Bali yang asli Bali, disajikan dengan kacang tanah goreng. Dan satu hal baru yang saya tambahkan di menu istimewa saya ini, adalah penambahan nasi beras merah. Salah satu alasan memilih nasi beras merah karena vitaminnya. Salah dua alasannya, karena kerinduan pada nikmatnya nasi beras merah semasa kecil. Klien saya disini  menyukai apapun penjelasan saya tentang nasi ini.

Luh Dian Eka Catering Enak Sekali

Satu hal yang amat sangat penting dalam menjalankan bisnis katering ini, sejak awal saya selalu memakai produk ramah lingkungan untuk membungkus makanan.  Diantaranya saya memakai produk berbahan kertas untuk kotak makanan dan tas, alih-alih plastik atau styrofoam, daun pisang untuk membungkus kue. Saya berusaha untuk meminimalisir penggunaan pembungkus plastik, dan saya anggap sebagai satu langkah untuk turut menjaga lingkungan hidup. Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi?

Paper-box-Catering-Enak-Sekali1

Pisang-Rai-Catering-Enak-Sekali-NL

Dan pengenalan kuliner Bali di Belanda tentunya harus dibarengi dengan semua yang berbau tradisional dan otentik. Saya tidak mau memakai chaffing dish seperti yang digunakan pada usaha katering pada umumnya, saya memakai  gerabah/tanah liat untuk memanaskan makanan yang saya sajikan, dan ini  khusus saya datangkan dari Bali. Tidak murah untuk mendatangkan kebanggaan katering saya ini, tapi no pain no gain, kata orang bule. Selain indah dipandang, alat masak gerabah memberi rasa lain pada masakan yang dipanaskan. Gerabah ini menjadi ciri khas katering saya, dan mungkin menjadi trend setter katering Indonesia di Belanda. Kembali ke cita rasa Indonesia yang sebenarnya.

Gerabah Bali Catering Enak Sekali

Dan ketika permintaan menu tanpa daging babi juga bertambah, saya buat sajian nasi campur yang terdiri dari nasi putih, Be Siap Betutu, Sate Lilit Ikan, Be Siap Sambel Sereh, Taluh Pindang, Lawar Kacang, Kacang Tanah Goreng dan Sambal Bawang.

Table-setting-Catering-Enak-Sekali 2

Jika Anda tinggal di Amsterdam, Belanda, dan ingin mengadakan acara istimewa seperti: ulang tahun, resepsi pernikahan, arisan, dan ingin menghadirkan hidangan warisan kuliner Bali asli a la fine dining, Catering Enak Sekali siap membantu Anda.

Catering Enak Sekali

Contact Person : Dian
Baron G.A Tindalplein 23
1019TW Amsterdam
Tel : +31 6 53 60 8009
www.enaksekali.nl

Twitter : @dianekasuryani
Facebook : www.facebook.com/CateringEnakSekali

Seluruh foto di tulisan ini adalah hak cipta dari Catering Enak Sekali dan Steven van Noort Photography: www.stevenvannoort.nl Dilarang mengunduh, menyebarluaskan, memakai tanpa seijin penulis. Silahkan hubungi Eka dengan kontak yang sudah disebutkan diatas.

Photos by Steven van Noort Photography: www.stevenvannoort.nl – See more at: http://www.beeamazing.com/bali-lover-experience-an-exotic-balinese-cuisine-in-amsterdam-with-enak-sekali-catering/#sthash.ctsOJ16l.dpuf

Tagged : ,

7 Responses to “Catering Enak Sekali – Warisan Kuliner Bali di Amsterdam”

  1. hi just blog walking.

    tulisannya dan contentnya unik dan bagus. Mungkin berminat untuk ikutan jadi kontributor di http://blog.goindonesia.com/kirim-ceritamu/ bisa dapat lebih banyak eksposure blognya ditambah ada bonus voucher menginap di hotel jika terpilih lho.

  2. Munawar says:

    Hallo Bee,

    Thanks udah share artikelnya, anyway saya belum pernah ke Bali tapi ada rencana mau kesana jadinya sekarang lagi cari-cari referensi tentang Bali.

    Salam kenal ya

  3. Monica Rampo says:

    Hai mba Bee.
    wah menarik nih cerita mba Eka..saya punya teman food blogger juga di jerman, dia tanya apa aja sih menu2 di cooking class bali? kok pembaca blognya antusias dengan masakan bali, memang masakan bali itu menarik minat mba..dan biasanya pembacanya tanya begitu karena mereka pernah makan makanan bali ketika mereka wisata di bali
    saya juga jadinya ya antusias juga nih buat belajar masakan bali..hmmm tetapi masih terbatas nih masakan bali yang saya buat.

    wah saya suka dengan blog wisata kuliner bali…bisa menginspirasi..keep sharing ya mba…

    • Bee says:

      Hi Monica, wah dapat kunjungan dari Batam nih! Saya pernah tinggal kerja di Batam tahun 2000 loh, tapi hanya 6 bulan saja :) Iya Monic, Mba Eka asli Bali ini memang hidupnya sudah menginspirasi banyak orang dengan perjuangannya tidak kenal lelah mengenalkan kuliner Bali di Amsterdam dengan cara membuka usaha catering ini. Sangat unik dan salut sekali sama usaha beliau. Coba aja kontak2 dengan Mba Eka via twitternya ya, atau websitenya kan ada saya cantumkan di blog post yang saya tulis ini. Terima kasih!…Bee

  4. Rudi says:

    Hi Bee,

    Astaga saya lihat gambarmu Langsung Lapar :(
    Ceritanya juga bagus :D

Leave a Reply




You might also likeclose